Saturday, March 14, 2015

Welcome party; minum-makan ampe jam 2 malam :-(

Disini ada kehangatan pada pertemuan pertama, ya bener ada traktiran hehehehe temanya sih welcome party. Sebelum welcome party, teman2 sudah nanyakan "Kamu senang makan apa, bro?", Saya senang semua makanan dan minuman kecuali Babi dan Alkohol, Jawab ku, ada kata Aissss pada balasan teman2 ku, hahahaha, iya, betul kawan, dibalik kata aisss menandakan kami tidak bisa sama2 mabuk hahahahaha.

Welcome party atas kedatanganku 2 kali. Pertama bareng teman se flat, Kedua bareng teman2 dan professor. Nah, klo yang pertama kayak di Indo lah, makan malam gitu, makan steak di WS kayak di jogja, hahaha cuma klo di jogja bayar sendiri. Tapi yang kedua, baru ku sadar bahwa sedang berada di tengah budaya yang berbeda. Awalnya berjalan baik makan malam sekitar Pukul 6.30 pm, tetapi masih berlanjut ampe 2.30 am. Duh2 ini party, ato gerakan massal tahajjud hahahahaha.

Welcome party yang kedua dirangkaian dengan Ulang tahun Professor kami, gilakk ini Professor muda banget, hehehe, dan yang paling membuat saya bingung, bahwa Body Professor beda banget dengan foto yang terpajang depan LAB, setelah saya crosscheck (kepo gitu) ternyata Proffessor kami itu diet, wuihhhhh, dietnya berhasil men. Ya, patut saya acungi jempol. Selain Ulang tahun Professor kami, dirangkaian juga dengan Greating party buat anggota Lab kami yang dianugrahi gelar Professor di Universitas Busan, ya, ini tandanya anggota kami itu jadi Professor di Universitas yang berbeda.

Malam itu mala yang melelahkan, putar balik-putar balik WC untuk urinasi, ya betul kawan setiap pindah tempat, minum, minum lagi (ndag usah khawatir saya tetap menjauhi alkohol,,,,) tapi sodanya yang ngak bisa nahan di kantong kemih, sehingga harus dibuang, bisa berabe nanti, bisa berakibat batu, dan penyakit metabolik lainnya. Kehangatan kebersamaan diantara kami terasa banget malam itu (hanya malam itu saja) hahahaha, iya, Professor selalu bilang " We are your family here, Rights?" itu pernyataan, bukan pertanyaan ya. hahahahaha

Perjalanan panjang melewati jam2 malam ini cukup membebani pelupuk mata ku, ya, saya diserang ngantuk berat, di indonesia saya biasanya tidur jam 10 pm, klo ada tugas bisa sampe jam 1 am sih, tapi jarang. Ya, setelah sesi makan dan minum, tak kira kami akan pulang, tahunya ternyata ada beberapa larangan di negara ini yang melarang masyarakatnya yang habis minum soju (semacam Shake yang mengandung alkohol tinggi) untuk tidak mengendarai/menytir mobil...Waduhhhhh,, mantap e, mereka taat aturan, klo di indonesia, orang habis party di diskotik, pulang ke rumah masih bisa nyopir, duh2 pantesan banyak yang ngalami kecelakaan di jalan tol, hahahaha, ngak sebut merk artis loh,,,, hahaha, yang penting ada uang pesangon buat keluarga yang ditabrak, kasihan kan, anak si korban kehilangan bapak/keluarga yang membiayai sekolahan anak, ettsss cukup, nanti dikira pencemaran nama baik. 

Karena ketaatan mereka terhadap hukum negaranya. Akhirnya, kami harus nginap di hotel, What??? ini berarti aku harus ngeluarin uang lebih, duh duh, tapi tunggu dulu, Professor mengeluarkan duit, hehehehe ya, dia ngasih untuk uang penginapan di hotel, mungkin karena sebelum pemberian itu, DIa telah menawarkan untuk menginap di rumahnya, tapi di tolak oleh teman se flat ku, akhirnya kami harus nyari hotel dengan pesangon dari Maha guru kami.

ndag sampe disitu, setelah mesan kamar, etsss jangan salah sangka, kami mesen dua kamar, enak aja bareng satu ranjang, harus pisah ranjang, hahahahaha sante loh, saya sih santai mau 1 ato dua kek, yang penting gw tidur, udah capek banget. Akan tetapi, setelah berbaring sejenak, ku raba disamping ku ada remote TV, ku pencet tombol merah, mungkin ini untuk nyalakan "fikir ku dalam sumsun tulang belakang. Wuihhhh, mantap e channel TVnya, sambil nyari channel, eh,,, ada adegan Wi, Ade, Wi, Ade (hahahahaha itu nyanyian Girl Generation/SNSD..klo ndag salah sih Up, Down, Up Down) bener sekali kawan, itu siaran untuk pendidikan biologi pada bagian reproduksi. Hal yang beginian saya sudah biasa, maklum biologi ilmu dasar/basic di studi saya, sehingga mulai dari Ilmu reproduksi, teknologi reproduksi, fertilitas de el el, Alhamdulillah wes sampun diterangkan oleh dosen. Hahahahahahahaha,

Ya, malam ini begitu capek, ya Bismillah wa Alhamdulillah, wasslatu ala Sayyidana Muhammad, Bismika Allahuma Ahya Wa Bismika Amutu.

Thursday, March 12, 2015

Homesick

Ya, bener..tidak tahu mengapa saya yang sudah tinggal diasrama (semasa SMP dan SMA) pisah dari orang tua, d Sitambah kuliah beda pulau, tapi tidak pernah ngerasa homesick.. Duh2 ini sakit apa ya, selalu pengen pulang, pulang, rumah tunggu aku. Google ku minta bantuan untuk melihat ini efek dari pola faktorial 2x2 ato pola searah, dan dapat dilanjutkan uji perbandingan rata-rata, loh kok ke statistik. Tanda tanya besar, selalu ada diotakku "Apa yang aku lakukan disini?" seakan-akan aku disini tidak ada, makhluk yang abstrak.

Ya, bener sekali, setelah fase Honeymoon cherly, tiba fase down, waktu dimana berjalan lambat, 1 jam terasa setahun, 1 detik terasa berapa hayo?, Iya, betul sekali, terasa tidak nyaman. Mungkin pada fase honeymoon feses kambing atapun eksreta ayam disangka coklat, tapi pada fase ini, program integral berlaku, loh kok ke matematika. Iya betul kawan, berbandanding terbalik. Kalau naik bus di fase honeymoon terasa kayak mobil sendiri, ini naik mobil (mobilnya kawan sih) kemana-mana terasa kayak naik KOPAJA jurusan Cilingcing.

Ditambah kondisi finansial yang menipis, klo kayak gini ingat Video Sudjiwo Tedjo "Bahwa Masyarakat Indonesia sungguh dinyamankan dengan kondisi negaranya" Betapa tidak, jikalau saya tersesat dan tidak tahu jalan pulang, saya tidak mungkin bermalam di jalan ato depan toko kyak di indonesia (misal; saya ndag bawa uang untuk bisa nginap di hotel), bisa-bisa saya mati menggigil kedinginan, walaupun penghujun winter menuju spring, tidak sedingin salju, tapi pada fase pengalihan musim ini, tertiup angin kencang, katanya untuk memecah sunyi pelajar yang sedang galau karena data peneitian, hahahahaha, konon karena musim yang lain cemburu karena pada saat spring tanman bunga akan segera bermekaran.

Iya, kondisi ini yang membuat ndag nyaman hati ku untuk tumbuh di musim spring ini. Pulang, pulang adalah kata yang terus berulang di otakku, wlaupun kaset tape recorder telah putus nyambung diputar di syaraf ku. Fase ini sungguh sulit kawan,,, ku mencoba cari solusi dari kawan dan kerabat, maka ada masukan2 yang membangun supaya saya memupuk semangat kembali, mengingat kembali tujuan pertama saya datang di korea, membanyangkang bagaimana salah satu seorang kerabat yang juga pernah tinggal di korea selama 3 tahun dengan meninggalkan kedua anak dan suaminya di indonesia (suatu kondisi yang lebih pelik dan runyam dibandingkan kondisi ku saat ini).

Sungguh aku telah diwasiatkan untuk mengamalkan Ayat Seribu Dinar untuk mempermudah rahmah dari tuhan, ditambah zikir yang lain, klo kata iklan pertamina, disaat tidak ada lagi pundak untuk bersandar, maka masih ada sajadah ntuk bersujud,,, ato kata anak di film 99 Cahaya di Eropa (eh, betul ndag yah judulnya, karya Hanum Binti Amien Rais) bahwa "katakan kepada masalah, bahwa sebesar apapun masalah mu, sungguh aku punya tuhan yang LEBIH Besar".


Honeymoon Cherly hahahahaha

Tanggal 10 februari merupakan hari perpisahan ku dengan penjaga imigrasi bendara Soekarno Hatta. Di hari sebelum itu,  Jakarta diguyur hujan lebat, sampe2 Jalan tol menuju Cilincing terendam banjir, ndag bisa dilalui mobil. Duh-duh, bakal goyang nih pesawat "fikirku dalam otak. Saatnya tiba, menunggu pesawat GA-878 rute Cingkareng-Incheon, sambil bercengkerama dengan seorang yang baik hatinya, yang merupakan Pekerja Mesin di Korea asal Lampung, dia sudah 3 tahun di korea, selama 3 thaun di korea dia sudah 2 kali pulkam ke lampung. Yang pertama pada tahun kedua, kepulangannya ini membawa misi untuk melepaskan tittle jomblo- eh, maaf single maksud saya- yang telah disamatkan didadanya. Yang kedua pada akhir tahun ketiga, untuk birrul walidain-read; berbakti kepada orang tuanya-, ya betul kawan, orang tuanya sedang sakit, sehingga dengan cekatan kawan yang baru ku kenal ini menengok orang tuanya. Selama diskusi tertutup ini, banyak cerita yang dikabarkan kepada ku, mulai dari kondisi cuaca, perilaku masyarakat korea, de el el.
Ting-tong, wah...udah ada panggilan dari loudspeaker. Yuk' ajak teman baru ku kenal ini menuju pintu masuk pesawat, ini nih pengalaman penerbangan inter yang pertama kalinya untukku.

Selama tidak kurang 7 jam diatas awan, sampai juga akhirnya di Incheon International Airport. Duh2, kok perasaan ku biasa2 aja yah, hahahaha. Sampai di pintu pelaporan imigrasi, baru keinget,, saya mau kemana ini, hahaha, saya kan bukan turis, akhirnya saya putuskan untuk membuka lembaran2 email, saya dapatkan alamat kampus dan nomer telfon Labmate (teman se- lab), akhirnya sudah diputuskan untuk menuju alamat itu dan menghubungi kontak tersebut. Sambil menunggu tas turun dari pesawat, teman yang baru ku kenal menghampiri saya, "mas mau kemana? udah ada nomer bisa dihubungi?, nanti saya yang hubungi". Duh2 ini, namanya sudah jatuh ketimpa tangga, eh salah, ketiban janda muda, sambil ku buka hp yang providernya TELKOMSEL-sinyal telkomsel ada loh, mungkin karena ada kerja sama dengan provider disini kali yak- ku kasih secara perlahan, lebay ah. Harapan ku sih, teman Labmate ku itu datang jemput, tapi diakhir pembicaraan itu, saya diharuskan ambil bus. Nah, disini lah mulainya.

Teman yang baru ku kenal ini, seperti guide tour gitu... mantap e mas bowo (y). Eh, kecoplosan nama, hehehe, ^-^ Bagaimana tidak selain dia mw nunjukin arah, ngantarin ampe terminal, dia rela nuker uang rupiah saya dengan uang won nya. Dia nunjukin sambil ngantarin ke terminal Incheon menggunakan taksi, waktu itu dia yang bayarin taksi 50 ribu won (sekitar 500 ribu rupiah klo ndag salah, soale 1 won sama dengan 10 rupiah), diperjalanan sambil dia cerita dengan supir taksi, ada bus yang melaju kencang disebelah kiri, supir taksi sambil entengnya berkata" itu loh bus ke daejon (daerah yang mw ku tuju)"... Cetarrrrrrr, hahahaha, ternyata ada bus yang langsung dari bandara menuju daerah yang aku tuju, hahahahaha, tak mengapalah, sambil jalan pagi menghirup udara dinginnya Incheon. Dari terminal Incheon, saya dilepas dengan say Good bye dari teman yang baru ku kenal lagi baik hati. Semoga sukses selalu mas bowo.

Perjalanan dari Incheon ke daejon cukup lama juga sih, cuma saya ndag hafal berapa jam, soalnya saya orangnnya jarang memakai jam tangan, mungkin ini bawaan dari saya Madrasah Tsanawiyyah (oh, iya madrasah tsnawiyah itu setingkat SMP, #SaveMadrasah) hidup diasrama, yang diatur dengan jam waktu kumandan azan, pelajaran kelas kelar dengan azan zuhur, bangun sore dengan azan ashar, bangun pagi dengan azan subuh, hahahahahaha. Ini nih yang gw suka dari bis nya, ndag seperti bus tujuan jakarta, atau arah sebaliknya (hehehehe maf loh warga jakarta, tapi ane pernah ngalamin hal yang cukup akut di terminal di jakarta, katanya bis bagus, eh tahunya bus tahun 90 an). Waktu nunggu dan waktu keberangkatan pas dengan yang ada di tiketnya. Mantap lah !, 

Nah sambil ngantuk, kira2 diantara dua dunia, dunia sadar dan dunia mimpi. Bus berhenti, owalah, ternyata sudah sampai kawan. Turun-turun ke lembah subur,  ini kan maumu, hahahaha. Disini, ternyata ada wifi gratis, duh2 di tempat2 publik banyak disediakan wifi. Mantap bener negara 100 Mbps, eh, ndag tahu dingg. Sambil tak chat via friendstar, eh salah pace bok ke teman saya itu (mas bowo maksud saya) untuk menghubungi teman se lab saya, tujuannya sih, sudah bisa dijemput di daejon bus terminal, tahunya harus naik taksi, duh2.... Ini namanya masalah besar, hal ini karena dilatar belakangi waktu yang sesingkat-singkatnya hahaha loh malah ke proklamasi. Langkah ku berjalan keluar dari gedung terminal, guna mencari itab suci, yaelah..nyari taksi lah. Mohon dimaklumi, saya datang disini blom sama sekali tahu bahasa korea, sama sekali tidakk. Di pintu keluar, taksi telah berderet, saya coba dekati saah satu taksi tapi saya tidak digubrisnya, sambil nunjuk tempat/area. Dalam jantung kecil saya berdetak "orang ini bodoh ya, saya mau nyewa taksinya malah ndag mau". Sekali lagi, saya putar syaraf, apa mungkin saya yang ndag faham ya, akhirnya saya manut-mau- untuk ke arah yang ditunjuk supir tadi, baru ku sadari, bahwa ini bukan Indonesia, yang bisa seenaknya berhentiin bus di jalanan, markir seenak moyang lu. Ya, betul sekali, tempat ini adalah tempat naikin penumpang taksi khusus terminal. Koplak, koplak, wong deso sooo, dikira ojek bang juki apa.

Ini nih, hari pertama kedatang di korea, terasa setiap sudutnya kayak surga, seakan lagi honeymoon bareng istri, apa istri?, emang sudah punya? Iya, betul sekali, seperti bulan syrup Marjan. Sambil supir taksi membawa mobilnya ke tempat tujuan, ku nikmati pemandangn kota ini. Bagus juga ini kota, lebih tertata dari pada jakarte (hehehe, maf loh jakarte, mungkin ini pembalasan karena sering bullying BEKASI ya). Akhirnya, sampai juga di kampus, gedung E 10-2. Ada seorang laki2 ngempal dan kekar, itu adalah teman lab (dari tadi bicara lab, belum ngasih defini e, lab itu singkatan Laboratorium gitu, nanti dicari defini lengkap e di Kamus Besar Indonesia, karya Tatang Sutarna). Dari dia, dapat informasi saya akan tinggal di mess, wuih mantap nih. Koper berpindah dari bagasi taksi ke mobil teman ngempal ini, sbut saja namanya bombim. Tidak butuh berapa lama mobilnya melaju keluar dari kota ini, menuruni lembah, melewati sungai, ke samudra, bersama teman bertualang, hahahahaha (delete aja kata samudranya). Wuih, mantap juga nih jalan, baru ku sadari, sebenenarnya bia dari tadi sih sadari waktu naik bus dari incheon ke daejon, tapi rasa kantuk ku ndag bisa diskak matt. Iya, betul kawan jalan Hi Pass/Hi Toll/Express way apalah namanya, membelah gunung-gunung, menjebol (dibuat kayak gua gitu) gunung, dan tidak pakai naik turun gunung, tiang2nya tinggi persis kayak flyover bengkok di depan Tanjung Priok Jakarta yang tinggi itu loh guys, cuma disini lurus, ndag bengkok kayak di Priok. Duh2, pada gila ya orang korea gunung yang banyak dirusak, ya, walaupun ada tujuan utama, iya betul sekali,alasa save time itu.

Satu jam perjalanan dari daejon, sampai juga di daerah Cheongyang, desa yang asri, basis masyarakat e pertanian kayaknya. Ternyata disini lah saya akan berdomisili. Hah, jauh dari kesan Daejon nya,, hahahaha, etssss salah sangka ini kayak suasana kampung saya di indonesia, semoga saya bisa betah tinggal disini.